Soneta untuk Bangsa

—Jejak Irama Wage Rudolf Soepratman

Wage Rudolf Soepratman SEMUA orang terdiam saat syahdu biola terdengar membelah kesunyian. Gesekan dawai yang menggetarkan nurani itu memainkan partitur pembuka sebelum setiap mulut di ruangan itu serempak membuka, mengumandangkan syair heroik dengan penuh perasaan. Ada yang menitikkan air mata haru, ada pula yang menyanyikan soneta itu dengan luapan semangat, juga ada yang cuma menggumam sembari memejamkan mata, menghayati bait demi bait yang dilantunkan. Aransemen lagu itu memang dahsyat, bak pantun berantai (seloka) yang dirangkai nyaris persis ketika Empu Walmiki merajut epos legendaris Ramayana. BACA TERUS >>>

Ketika Krida Jadi Berita

—Napaktilas Pers Olahraga Indonesia—

Nederlands Indie Voetbaal Unie (NIVU)

MEDIA dan olahraga adalah dunia yang tidak terpisahkan, bahkan sejak berabad-abad silam. Seterkenal apakah Maradona sebagai superstar sepakbola jika tiada media yang membesarkan namanya? Atau, apakah Chris “The Dragon” John, seorang petinju dari kota kecil di suatu negeri antah-berantah, dapat dikenal sebagai juara dunia jika bukan karena peran pers yang menjulangkan karir prestasinya? Media massa adalah jawabnya. BACA TERUS >>>

Melihat Jawa Lewat Melayu

Pementasan Hang Tuah

HIKAYAT Hang Tuah kerap dinilai sebagai karya agung yang memuat banyak pemikiran tentang Melayu. Hikayat legendaris ini mengupas tuntas tentang kebesaran dan kejayaan peradaban Melayu di masa lalu. Namun ternyata Hikayat Hang Tuah tidak hanya tentang Melayu saja, karena melalui Hikayat Hang Tuah pula orang Melayu juga memberi apresiasi terhadap tradisi Jawa. BACA TERUS >>>

GM

Goenawan Mohamad GM TETAP saja seorang sastrawan besar. Sedari masih hijau, Goenawan Mohamad sudah terlibat prahara kebudayaan di kurun 1960-an. Sebagai penyair, ia telah mengumpulkan seabrek puisi terpilihnya lewat Parikesit dan Interlude. Sebagai penulis esai, termaktublah Catatan Pinggir Partisipasinya di Jaringan Islam Liberal mencirikannya sebagai muslim moderat. Kelahiran AJI dan ISAI menjadi bukti bahwa ia seorang pejuang pers. Ia tentu saja juga seorang jurnalis, yang mengawal jatuh-bangunnya majalah Tempo serta seabrek mediamassa lainnya. BACA TERUS >>>