BUKAN Jepang, Belanda, atau Sekutu yang membikin guncang Indonesia yang baru saja benar-benar berdaulat pada kurun 1950-an itu. Semesta terhenyak ketika seorang seniman berseru-seru menggugat kekeramatan lagu kebangsaan: Indonesia Raya. Amir Pasaribu dengan berani menyebut bahwa Indonesia Raya adalah jiplakan, meniru tembang kuno Lekka Lekka atau Pinda Pinda. Menurut Amir, pada 1927 lagu itu direkam dengan judul Indonees Indonees dan pada 28 Oktober 1928, di Kongres Pemuda II di Jakarta, diubah menjadi Indonesia Raya. Lanjut membaca